Rabu, 19 Juli 2017

Hipertensi dan Komplikasinya

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi.Tekanan darah yang terjadi sebenarnya yang merupakan pengukuran kinerja jantung.Angka pertama (sistolik) diukur saat jantung menguncup dan memompa darah berjalan ke semua organ pada tubuh.Setelah melepas oksigen,vitamin,dan mineral,darah kembali lagi ke ruang jantung kanan,saat itu diketahui nilai tekanan diastolik.Jika terdapat gangguan pada gangguan pada aliran darah,misalnya penyempit akibat kotoran,atau pengecilan pembuluh darah karena pengaruh tertentu,dibutuhkan tekanan yang lebih besar agar darah bisa mengalir,kondisi ini yang disebut hipertensi.



Penyebab Hipertensi

Gaya hidup modern tampaknya meningkatkan tekanan darah yang menyebabkan hipertensi.Beberapa faktor yang diketahui antara lain adalah pemasukan garam yang tinggi,konsumsi alkohol berlebih,dan obesitas (kegemukan).Faktor genesis juga mempengaruhi penyakit ini.Hipertensi primer adalah tipe paling umum (mencapai lebih dari 90%) dan dapat diatasi melalui gaya hidup yang lebih sehat dan medikasi bila diperlukan.Hipertensi sekunder adalah hasil dari gangguan atau abnormalitas dari ginjal,gangguan hirmon,dan organ vital lainnya,akibatnya aliran darah harus bekerja lebih kuat,sehingga tekanan darah meningkat.Hipertensi dapat timbul selama kehamilan dan keadaan yang memerlukan perhatian khusus.

Gejala Hipertensi

Menurut Dr.Ginova,gejala hipertensi biasanya tidak dirasakan,sehingga penyakit ini disebut silence diaseas.Banyak orang yang menganggap tekanan darah tinggi itu pasti mengakibatkan pusing.Pandangan itu keliru,karena kekeliruan itu tidak semua pasien berobat,karena memang tidak mengeluh pusing.Dia menyarankan bagi orang sehat paling tiap tahun sekali memeriksa tekanan darah.sedangkan yang sakit setiap bulan sekali.

Penanganan dan Pengobatan hipertensi

Jika seseorang telah terdiagnosis menderita hipertensi,maka dokter akan melakukan strategi pengobatan.Jika masih dalam taraf ringan,biasanya dokter akan menganjurkan perubahan gaya hidup.Menghindari lemak,garam,dan makan lain yang bisa mengakibatkan gangguan pembuluh darah merupakan anjuran utama.Selain itu berolahraga dan mengurangi stres juga merupakan gaya hidup yang sebaiknya dijalani.Jika sudah dalam taraf lanjut,biasanya dokter akan memberikan obat.Ada berbagai macam obat yang bisa diberikan untuk mengatasi hipertensi.Tidak semua penderita mendapatkan obat yang sama.Pemilihan jenis obat hipertensi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.Penentuan obat hipertensi dapat dilakukan dengan dosis rendah,dipantau hasilnya seminggu kemudian.Pada saat kontrol dinilai apakah obat yang diberikan sebelumnya memberikan manfaat,seperti menurunnya tekanan darah.apakah ada efek samping yang tidak bisa ditolerir pasien,apakah pasien merasa nyaman menggunakan obat tersebut.

Selain memilih obat yang mempunyai efek yang optimal dengan efek samping minimal,penting juga mempertimbangkan masalah harga mengingat obat hipertensi ini akan diminum pasien seumur hidupnya.Hipertensi termasuk penyakit kronis.Penanganan penyakit kronis tidak terbatas hanya dengan obat melainkan harus ditunjang dengan edukasi yang baik.Dengan edukasi yang baik pasien akan lebih paham mengenai penyakitnya,bagaimana harus minum obat,dan tentunya pasien akan lebih teratur dan memperbaiki gaya hidupnya.

Hipertensi sering tidak sengaja ditemukan saat memeriksakan diri ke dokter untuk alasan yang lain karena hipertensi sendiri sering tidak menimbulkan gejala.Meski demikian hipertensi dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan.

· Pengaruh pada Pembuluh Darah

Peningkatan tekanan darah arteri dapat merubah atau merusak bagian dalam dari dinding arteri.Dinding dapat bertambah tebal dan ruang untuk aliran darah menyempit(hipertrofi vaskular).Massa lemak yang disebut juga dengan palak berkembang pada dinding arteri yang rusak dan menghambat aliran darah melalui arteri.Bekuan darah menjadi lebih mudah terbentuk dan berbahaya bila terlepas.Dibawah tekanan darah yang meningakat,dinding arteri yang melemah dapat membesar dan pecah (aneurisme),menyebabkan kehilangan darah,kerusakan jaringan dan bahkan kematian.

· Efek Pada Jantung

Hipertensi dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius pada jantung.Ketahanan yang meningkat di arteri berhubungan dengan kekakuan dan penyempitan pembuluh darah menyebabakan jantung bagian kiri bekerja lebih keras untuk memopa darah melawan tekanan yang lebih tinggi.Bilik kiri jantung dapat melebar dan tidak merespon peningkatan tekanan ini.Sebagai tambahan,otot jantung dapat menderita akibat berkurangnya aliran darah akibat arterosklerosis dari arteri kecil di jantung.

· Efek pada Otak

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol merupakan faktor yang dominan pada terjadinya stroke.Pengaruh yang merusak otak dapat disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke bagian otak akibat hambatan dari bekuan darah.Aneurisma dapat pecah dalam tekanan yang meningkat dan menyebabakan perdarahan dan kerusakan jaringan otak.

· Efek pada mata

Melalui pemeriksaan mata,dokter dapat mendiagnosis hipertensi.Ini dideteksi melalui perubahan pembuluh di belakang mata(retina).

· Efek pada ginjal

Tekanan darah tinggi atau hipertensi selama ini lebih lekat dengan penyakit jantung.Padahal,hipertensi juga berkawan akrab dengan penyakit gagal ginjal kronik.Bahkan hipertensi adalah penyebab gagal ginjal stadium lanjit nomor 2 terbanyak setelah diabetes.Penyakit ginjal kronik kini menjadi epidemi global baru.Ginjal dapat rusak dengan mudah akibat hipertensi.Banyak penyakit ginjal yang disebabkan oleh hipertensi.Tekanan darah yang meningkat mengganggu kemampuan ginjal untuk mengatur keseimbangan garam dan air pada tubuh yang dapt menyebabkan hipertensi menjadi lebih parah.

Gejala Komplikasi Hipertensi

Penting untuk mengenali gejala komplikasi karena dengan diketahuinya gejala komplikasi secara dini,maka pengobatan dapat segera dilakukan dan akhirnya hasil dari pengobatan itu sendiri dapat lebih baik dibandingkan jika terlambat mengetahuinya.Gejala komplikasi hipertensi yang mengarah pada stroke dapat berupa kesurupan,lemah,tidak bisa bicara,sakit kepala,dan tangan atau kaki tidak bisa digerakan.

Mengapa Bisa Terjadi komplikasi?

Komplikasi bisa terjadi karena hipertensi dapat merusak pembuluh darah ,pembuluh darah menjadi kaku,dan pembuluh darah tersebut dapat pecah pada bagian yang lemah.”Jika pecahnya pembuluh darah ini terjadi di otak maka terjadilah stroke”,paparnya.Kerusakan pembuluh darah akan mudah mengalami penyumbatan atau penumpukan palk kolestrol dan lemak di dinding pembuluh darah bagian dalam (aterosklerosis).Kondisi ini paling sering terjadi pada pembuluh darah di jantung.Jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba,maka terjadilah serangan jantung yag ditandai dengan nyeri dada.

Bagaimana mencegah Komplikasai?

Faktor yang paling penting untuk mencegah terjadinya komplikasi adalah pengendalian tekanan darah.Selain berobat secara teratur,tekanan darah dapat dikendalikan dengan cara lain sepaerti mengurangi asupan garamdan berolahraga secara teratur.Hipertensi seringkali juga disertai penyakit lain seperti diabetes melitus(kencing manis) dan kolestrol tinggi.Apabila ditambah dengan faktor kegemukan dan buruknya pola hidup (Merokok dan kurang olahraga) maka komplikasi hipertensi akan semakin meningkat kejadiannya.

Dengan demikian,selain pengendalian tekanan darah,penting juga untuk mengatasi faktor risiko lain tersebut.

Kapan Terjadi Komplikasi?

Tidak ada waktu pasti kapan akan terjadi komplikasi hipertensi.Terjadinya komplikasi setiap individu berbeda-beda sesuai gaya hidup dan kepatuhan berobatnya.Bahkan dengan berobat teratur yang membuat hipertensinya terkontrol,komplikasi bisa dihindari.Dahulu sebelum ada obat hipertensi,kejadian komlikasi terhitung tinggi.Orang denagan tekanan darah sistolik 200 mmHg,tanpa diobati,hanya akan mampu bertahan hidup selama satu tahun.

Pasien tidak perlu takut lagi minum obat antihipertensi seumur hidup.Mereka kuatir minum obat hipertensi dalam jangaka waktu lama akan merusak ginjal,atau mempunyai efek samping lain.Obat hipertyensi tidak perlu ditakuti karena telah terbukti jangka waktu lama.


EmoticonEmoticon